Masyaallah Tabarakallah: Makna Mendalam, Cara Menjawab, dan Keutamaannya

Dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim, kalimat masyaallah tabarakallah merupakan salah satu ungkapan yang paling sering didengar dan diucapkan. Ungkapan ini biasanya muncul ketika seseorang melihat sesuatu yang indah, menakjubkan, atau saat mendengar kabar gembira. Namun, tahukah Anda bahwa kalimat ini bukan sekadar pujian biasa? Di dalamnya terkandung pengakuan tauhid yang sangat dalam dan berfungsi sebagai pelindung spiritual bagi orang yang memuji maupun yang dipuji.

Mengucapkan kalimat ini adalah bentuk adab islami dalam mengekspresikan kekaguman. Dengan menyebut nama Allah saat melihat kelebihan pada orang lain atau benda, kita sedang mengembalikan segala pujian kepada sang pencipta. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai arti harfiah, penggunaan yang tepat, serta mengapa kalimat ini sangat penting untuk mencegah hal-hal buruk seperti penyakit ‘ain.

Arti dan Makna Harfiah Masyaallah Tabarakallah

Kalimat ini terdiri dari dua ungkapan dzikir yang memiliki akar kata berbeda namun saling melengkapi dalam memberikan penghormatan kepada Allah SWT.

Makna Masyaallah (ما شاء الله)

Secara bahasa, Masyaallah berarti “Apa yang dikehendaki Allah” atau “Atas kehendak Allah”. Ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap sesuatu yang terjadi atau sesuatu yang dimiliki seseorang. Dengan mengucapkannya, kita mengakui bahwa segala keindahan atau keberuntungan yang kita lihat semata-mata terjadi karena izin dan rencana Allah, bukan karena kekuatan manusia itu sendiri.

Makna Tabarakallah (تبارك الله)

Sementara itu, Tabarakallah berasal dari kata “Baraka” yang artinya berkah. Secara harfiah, artinya adalah “Maha Berkah Allah” atau “Maha Suci Allah”. Kalimat ini merupakan bentuk pujian yang menegaskan bahwa Allah adalah sumber segala keberkahan. Ketika digabungkan menjadi masyaallah tabarakallah, maknanya menjadi: “Hal ini terjadi atas kehendak Allah, Maha Suci Allah (Sang Pemberi Berkah).”

Kapan Waktu yang Tepat Mengucapkannya?

Meskipun sering diucapkan bersamaan, penggunaan kalimat ini memiliki konteks yang sangat luas. Berikut adalah beberapa situasi di mana Anda sangat dianjurkan untuk mengucapkannya:

  • Melihat Keindahan Alam: Saat melihat pemandangan matahari terbenam atau pegunungan yang asri.
  • Melihat Keberhasilan Orang Lain: Saat teman atau kerabat mendapatkan pekerjaan baru, lulus ujian, atau meraih prestasi.
  • Melihat Anak Kecil yang Lucu: Mengucapkan masyaallah tabarakallah saat melihat bayi atau anak-anak sangat penting untuk menjaga mereka dari energi negatif.
  • Melihat Harta Benda yang Bagus: Saat masuk ke rumah baru yang indah atau melihat kendaraan yang bagus.

Fungsi Utama: Melindungi dari Penyakit ‘Ain

Salah satu keutamaan luar biasa dari membiasakan lisan mengucap masyaallah tabarakallah adalah untuk membentengi diri dan orang lain dari penyakit ‘ain. Penyakit ‘ain adalah gangguan (baik berupa penyakit fisik maupun kesialan) yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki atau bahkan pandangan mata orang yang takjub namun tidak melibatkan asma Allah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ‘ain itu nyata. Dengan mengucapkan dzikir ini, kita secara tidak langsung memohonkan keberkahan bagi pemilik objek yang kita kagumi. Hal ini menetralkan rasa takjub yang berlebihan dan menutup celah bagi setan untuk masuk melalui rasa iri atau kekaguman yang kosong dari mengingat Allah.

Cara Menjawab Masyaallah Tabarakallah

Seringkali kita merasa bingung bagaimana cara merespons jika seseorang memberikan pujian kepada kita dengan kalimat ini. Dalam Islam, jawaban yang diberikan sebaiknya juga mengandung doa dan pengembalian pujian kepada Allah.

Jawaban yang Umum Digunakan:

  1. Wafiika Barakallah (untuk laki-laki): “Semoga Allah memberkahimu juga.”
  2. Wafiiki Barakallah (untuk perempuan): “Semoga Allah memberkahimu juga.”
  3. Jazakallahu Khairan: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

Dengan menjawab seperti ini, tercipta hubungan timbal balik yang positif di mana kedua belah pihak saling mendoakan keberkahan satu sama lain.

Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah

Banyak orang yang masih tertukar dalam penggunaan Masyaallah dan Subhanallah. Meskipun keduanya adalah kalimat thayyibah (kalimat baik), penempatannya berbeda secara tradisi ulama:

  • Masyaallah: Digunakan saat melihat sesuatu yang menakjubkan dan menyenangkan (positif).
  • Subhanallah: Seringkali digunakan saat melihat sesuatu yang mengherankan, tidak semestinya terjadi, atau saat mendengar sesuatu yang buruk namun sebagai bentuk mensucikan Allah dari kekurangan tersebut.

Meskipun tertukar, hal ini tidaklah berdosa, namun memahami ketepatan konteks menunjukkan kedalaman pemahaman adab seorang Muslim terhadap Rabb-nya.

Keutamaan Spiritual bagi yang Mengucapkan

Membiasakan lisan dengan kalimat masyaallah tabarakallah memiliki dampak psikologis dan spiritual yang besar:

  1. Menghindari Sifat Sombong: Kita sadar bahwa apa yang kita miliki atau apa yang kita capai adalah titipan Allah.
  2. Menghilangkan Rasa Iri Dengki: Kita menjadi lebih mudah bersyukur atas kebahagiaan orang lain karena kita tahu Allah telah memberikan porsi keberkahan masing-masing.
  3. Mendapatkan Pahala Dzikir: Setiap huruf yang diucapkan dalam dzikir bernilai pahala di sisi Allah SWT.

FAQ: Pertanyaan Seputar Masyaallah Tabarakallah

1. Bolehkah mengucapkan Masyaallah untuk diri sendiri? Sangat boleh dan dianjurkan. Saat Anda bercermin atau melihat hasil kerja keras Anda yang memuaskan, ucapkanlah kalimat tersebut agar Anda terhindar dari sifat ujub (bangga diri yang berlebihan).

2. Apa bedanya Tabarakallah dengan Barakallah?Tabarakallah adalah pujian yang ditujukan langsung kepada Allah (Allah yang Maha Berkah). Sedangkan Barakallah adalah doa yang ditujukan kepada manusia agar Allah memberikan berkah kepada orang tersebut.

3. Apakah kalimat ini harus diucapkan dengan suara keras? Tidak harus. Anda bisa mengucapkannya dengan suara pelan atau di dalam hati. Yang paling penting adalah kehadiran hati saat mengucapkannya sebagai bentuk pengakuan terhadap keagungan Allah.

Kesimpulan

Kalimat masyaallah tabarakallah adalah bukti nyata betapa Islam mengatur adab hingga ke lisan kita. Dengan mengucapkannya, kita tidak hanya memuji keindahan yang terlihat di depan mata, tetapi juga menjaga keselamatan sesama dari penyakit hati dan gangguan ‘ain. Kalimat ini adalah jembatan syukur yang menghubungkan antara hamba, nikmat yang diterima, dan Sang Pemberi Nikmat.

Mari kita biasakan untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap kekaguman kita. Jadikan kalimat ini sebagai hiasan bibir dalam setiap interaksi sosial agar lingkungan kita dipenuhi dengan energi positif dan keberkahan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *